Review TENET Film Nolan Paling Sulit Di Pahami

TENET adalah sebuah film fiksi ilmiah yang bergenre aksi dan Thriller adalah sebuah film yang ditulis dan disutradarai langsung Oleh sutradara kenamaan Christopher Nolan. Bagi anda para pecinta film tentunya sudah tidak asing dong dengan sutradara yang satu ini. Film-film yang dibikin oleh Bapak Nolan ini memang tergolong cerdas dan memiliki alur plot yang sangat jelas. Sebut saja film-filmnya tempat Batman Trilogy, Inception, hingga Interstellar, semua film-film Bapak nolak ini memang sangat memukau. Dan ini Christopher Nolan kembali lagi dengan filmnya di tahun 2020.

TENET bisa dibilang sebagai film yang paling rumit untuk dipahami dibandingkan film-film Nolan sebelumnya. Kalau anda merasa pusing dan sulit mengerti film Inception ataupun Interstellar, maka anda jangan berharap bisa mengerti film ini dengan satu kali nonton. Karena plot yang disajikan di film ini jauh lebih ribet dan rumit lagi. Banyak para penonton yang mengakui Betapa kehilangannya mereka untuk mengerti keseluruhan film ini pada saat selesai menonton. Akan tetapi jika anda mencari sebuah tantangan sebuah film yang cukup berat tapi menghibur di sepanjang film maka anda bisa mencoba menonton film ini yang diperankan oleh John David Washington dan Robert Pattinson.

Sama seperti film-film lainnya yang sangat berkualitas dan mendapatkan pujian dan kritik dari industri perfilman, maka film tenet ini juga memang termasuk film yang sangat bagus sekali plot dan konsep cerita yang di tawarkan selain memang nalar yang dibutuhkan untuk memahami film ini memanglah tidak mudah. Film ini mendapatkan pendapatan gross yang sangat besar di 2020 dengan duduk di peringkat 4.

Konsep dan kunci untuk memahami film ini adalah entropi. Bila anda pernah belajar Fisika tentunya mengenal Apa yang disebut dengan entropi yaitu dimana setiap benda memiliki susunan entropi. Semakin padat sebuah objek maka semakin teratur susunan entropi di dalamnya, namun semakin tidak padat sebuah objek maka susunan entropi di dalamnya akan semakin tidak beraturan. Saya tidak akan menjelaskan tentang bagaimana entropi ini disepanjang rezim dan anda bisa mencari tahu lebih jauh di google. Tapi dari konsep entropi inilah film TENET ini di buat. Di mana konsep perjalanan waktu menggunakan sistem entropi yang akan berbeda dari konsep perjalanan waktu di film-film yang sudah biasa Anda lihat.

Pembukaan film ini dimulai dari tokoh utama film ini yang tidak memiliki nama, dan hanya dipanggil sebagai protagonis. Dalam pembukaan film situasi sudah sangat menegangkan di mana sedang terjadi serangan teroris di sebuah pertunjukan Opera. Protagonis beserta rekan-rekannya yang merupakan pasukan agen CIA mencoba menghentikan aksi tersebut. Namun upaya itu gagal dan membuat sang protagonis tertangkap dan dan di tawan dengan kedoknya yang terbongkar. Namun dalam sesaat berhasil memakan sebuah pil bunuh diri sehingga ia langsung tidak sadarkan diri, dan terbangun di sebuah rumah sakit dan didatangi seseorang yang yang menceritakan kalau kejadian tersebut adalah hasil rekayasa. Dimana sang protagonis hanyalah di tes untuk menunjukkan loyalitasnya dalam misi.

Berkat protagonis yang bernai mengambil resiko untuk bunuh diri maka ia akan di pekerjakan ke sebuah oragnisasi yang melampaui kekuasaan pemerintah. Misi untuk sang protagonis adalah untuk menyelidiki sebuah kejadian misterius dimana sebuah teknologi dari masa depan yaitu teknologi entropi di kembangkan. Hal ini lebih berbahaya di bandingkan ancaman nuklir yang dapat memicu terjadinya perang dunia ke tiga.

Tanpa mengetahui apappun sang protagonis kemudian di ajak oleh sang dokter ilmuwan ke lab nya dan mulai di tunjukkan dengan apa yang di maksud dengan entropi. Ia disuruh menembakkan sebuah senjata yang tidak memiliki peluru yang malah membuat senajat kosong ini menarik peluru yang telah di tembakkan. Jadi secara sederhana, entropi ini adalah untuk membalikkan sebuah kejadian yang telah terjadi. Dalam halnya jika waktu berjalan maju maka manusia akan berjalan maju ke depan. Tetapi dengan entropi maka waktu akan bergerak mundur.

Analoginya seperti ini, katakan anda duduk di sebuah ruang tamu kemduain masuk kedalam kamar dan berganti pakaian lalu keluar rumah. Maka dengan entropi maka waktu dan proses akan berjal;an terbalik dimana dari luar rumah anda akan terseret mundur ke dalam kamar membuka pakian yang anda kenakan sebelumnya dan kembali ke ruang tamu dan seterusnya. Dari konsep inilah film ini menjual ceritanya.

Di awal film tentu akan masih belum mencapai taraf kebingungan. Setelah mendapatkan penjelasan entropi, akhirnya protagonis di berangkatkan ke india untuk mencari orang yang di percaya memiliki koneksi dengan masa depan serta teknologi entropi. Dari situ sang protagonis kemudian di bantu oleh rekannya yang di perankan robert patinsson akan di berangkatkan ke rusia untuk mencari seorang pemasok plutonium dari russia untuk menyelidiki hal ini lebih jauh. Setelah itu maka mereka akan berhadapan dengan teknologi entropi ini secara langsung dan mengikat dan menghubungkan plot yang ada di dalamnya dengan semakin lama semakin rumit yang di tutup dengan ending yang sebenarnya sangat bagus namun sulit untuk di pahami dengan satu kali tonton. So bagi anda yang ingin mencoba iq anda dalam memahami film, maka bisa mencoba menonton film yang satu ini.